PERTANDINGAN PEMBUKAAN
AFSEL Vs MEXICO
Tanggal 11 Juni 2010
ada satu pentas akbar pertandingan sepakbola yang tengah ditunggu-tunggu penggemar bola di seluruh dunia. Yaacchhhh… pertandingan pembukaan piala dunia 2010 akan segera dimulai antara Afrika Selatan sebagai tuan rumah melawan Mexico wakil dari Negara belahan Amerika Selatan.
Jadwal di Televisi pertandingan dimulai pukul 20.00 WIB, untunglah kayanya jadwalnya molor nichh,… setelah antar anak cari cranyon di Gramedia buat pelajaran menggambar, nyampai dirumah pukul 20.55. cepat-cepat cari remot , eehhhhh pertandingan belum dimulai. Pukul 21.00 nahhh itu dia wasit baru meniup peluit tanda pertandingan dimulai…
Pertandingan dipimpin oleh wasit Uzbekistan Ramacshan Irmatov, tampak di layar televisi tempat duduk penonton stadion berubah menjadi warna kuning. Warna kuning mendominasi tempat bangku penonton. Yaaaa… pendukung Afsel memadati hampir seluruh kursi stadion di Johanesburg yang mampu menampung 85.000 penonton.
Suara suporter penonton Afsel kali ini juga tampak lain, mereka mempunyai terompet khas bernama vuvusela yang akan mereka tiupkan sepanjang pertandingan. Suaranya menjadi khas seperti segerombolan lebah terbang, tujuannya untuk menurunkan semangat lawan, karena suara bising akan cepat membuat orang lelah, kadang-kadang membuat emosi lawan meningkat. Ya kalau bukan kualitas televisi yang kurang baik seperti ada suara lebah, suara vuvusela sudah aku nikmati sepanjang menonton siaran langsung pertandingan pembukaan Afsel –Mexico.
Namun demikian ditengah meriahnya pendukung Afsel membela tim kesayangan mereka, Mexico tampil percaya diri, bahkan tim Mexico yang dilatih oleh Javier Aguierre mampu menguasai jalannya pertandingan. Tampak dilayar kaca statistic possession ball mereka unggul 60-40. Suatu angka yang sedikit banyak menggambarkan bahwa bola selalu ada di kaki mereka, dan memang begitulah adanya. Sampai menit ke-30 baru dua kali tim Afsel dapat menendang bola ke daerah pinalti Mexico. Dan sebaliknya Mexico melalui kaki Giovanni Dos Santos pemain cadangan FC Barcelona sudah beberapa kali mampu memberikan ancaman ke gawang Afsel. Afsel tergabung dalam Grup A bersama Mexico, Perancis dan Uruguay.
Tiba sampai pada menit ke-38, nah iittuuuu dia golll pertama Mexico, berawal dari tendangan pojok, Bola sampai ke kaki Carlos Vela yang berdiri bebas tanpa pengawalan pemain belakang Afsel, dan dengan tenang Carlos Vela menceploskan bola ke gawang Mexico. Selebris gol pun sudah mau dilakukan, beberapa pemain mexico sudah berkumpul menyambut gol carlos vela, taaapppii aahh sayang sekali wasit menganulir gol tersebut, karena penjaga garis mengangkat bendera, tanda bahwa carlos vela dalam posisi off side. Padahal jelas sekali bahwa dia dalam posisi on side, karena ada satu pemain belakang Afsel yang berdiri dibawah mistar gawang, mungkin penjaga garis nda melihat pemain ini, kenapa ya…? Apa pemain ini punya ilmu menghilang… ohhh ya yang jelas kedudukan masih 0-0 sampai babak turun minum.
Di babak kedua Afsel seperti mendapat tenaga baru, tim Afsel mulai lepas dari tekanan Mexico. Kali ini khasiat terompet susuvela mulai membuat pemain mexico seperti kelelahan, dan tim Afsel mulai membalas memberi tekanan-tekanan kepada Mexico, seperti mendapat magis, mereka kesetanan dannnnnnn pada menit ke 54 atau hampir menit kesepuluh di babak kedua, lahirlah gol dari Afsel, inilah gol piala dunia 2010 yang pertama. Umpan panjang yang diberikan oleh Kagisho Dikgacoi, Siphiwe Tshabalala berlari kencang dari daerah sayap kiri dan setelah masuk daerah kotak pinalti satu sepakan keras dia lesatkan, tak terjangkau oleh kiper Mexico Oscar Perez, bola pun masuk di daerah pojok atas kanan gawangnya, satu gol partai pembuka piala dunia 2010 yang cukup indah dibuat oleh Siphiwe Tshabalala..
Setelah unggul satu poin, tim tuan rumah semakin semangat baik dalam menyerang ataupun dalam menahan serangan dari Mexico, namun mexico tidak ingin berhenti dalam mengejar ketertinggalan mereka. Mereka terus semangat, karena seharusnya dari tim mexico lah gol piala dunia 2010 yang pertama lahir, sayang pd menit pertama wasit menganulir gol carlos vela, beberapa aksi atraktif dari Giovani pun belum mampu menembus gawang Afsel yg dijaga Khune.
Namun berkat kerja keras pemain Maxico lahirlah gol balasan mereka pada menit ke-79, melalui pemain bek Rafael marquez yang sudah dekat dengan tiang gawang, umpan panjang yang dia terima dari pemain tengah, Marques mengontrol bola satu kali dan marquez berhasil mengecoh penjaga gawang kedudukan 1-1.
Pada menit –menit akhir kedua tim saling bergantian melakukan penyerangan. Ada upaya dari pemain Afsel yang hamper mencetak gol kedua, sayang hanya menyentuh mistar gawang. Dan kedudukan sampai peluit panjang berbunyi…