OTAK KANAN LEBIH DIUNGGULKAN UNTUK MASA DEPAN

Selama ini masyarakat menganggap bahwa manusia memiliki keunggulan di otak kiri. Otak kiri adalah daya nalar, logika dan pengertian. sementara otak kanan mengatur emosi, instuisi, kecerdasan spasial dan kreativitas.

Adanya alat ukur yang jelas bagi seseorang untuk menunjukan kemampuan otak kirinya, menjadikan orang atau masyarakat menjadi lebih familiar, bahwa orang yang pintar, cerdas karena otak kirinya lebih encer dari orang lain.

Lingkungan pendidikan pun menyiapkan alat ukur berupa point point nilai bagi para siswanya untuk pelajaran matematika, IPA dan ilmu hitung lainnya. Yang secara keseluruhan menyimpulkan bahwa siswa yang mempunyai nilai yang tinggi untuk mata pelajaran tersebut pada umumnya menguasai mata pelajaran yang lain, anak tersebut bisa mencapai rangking dikelas dengan hasil yang memuaskan, bahkan sampai pada jenjang sekolah yang lebih tinggi, perguruan tinggi ternama mengutamakan mereka yang otak kirinya lebih encer, dan setelah siswa tersebut selesai sekolah/kuliah, maka ia akan mendapatkan pekerjaan yang baik.
Kepercayaan ini mulai dipertanyakan, karena dunia masa depan tempat anak mengaplikasikan ilmunya berubah sangat cepat, sementara pendidikan yang ia dapatkan masih belum berubah. Dunia pendidikan masih menggunakan paradigma lama.

Dengan berlimpahnya produksi yang dikonsumsi masyarakat, dan banyaknya pekerjaan yang harus dikuasai dengan otak kiri, maka masa depan akan mengunggulkan mereka yang memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi. Hasil pemikiran kreativitas akan memberikan keunikan diatas keseragaman produk hasil pemikiran otak kiri.

Sebagai contoh :

Ketika Pabrik Radio Tape mulai bersaing dengan ketat, maka muncul lah Tape yang bisa karaoke, kemudian muncul Televisi yang bisa karaoke, semua mencoba untuk tampil unik, dan memerlukan daya kreativitas.

Tinggalkan sebuah Komentar