Arsip untuk Mei 7, 2008

Fotografer Balita

Gambar Ini foto yang diambil dari sebuah ventilasi udara, sebuah kampung yang cukup padat penduduknya, di Talake Ambon manise….

ditengahnya ada sungai dan lorong menuju pelabuhan, orang ambon bilang katanya jalan tikus…

Anakku punya hobby foto, kalau berhasil pegang Hp, dia langsung beraksi. Mungkin dia lagi kesepian, soalnya temannya ada yang dibelakang rumah persis, dan dia selalu menunjuk rumahnya amel (temannya itu) dari lubang udara ini…

Ya jadi malu, mungkin ini salah satu perubahan jaman, ingat jaman dulu umur 20 tahun baru sering pegang kamera, hi hi hi
============================================
The baby fotografer
This picture take from the hole of ventilation, the residential area of Talake seem from this picture. Talake one of the area in the town of Ambon, Maluku.
its have the solid habitat.
In the middle there was the river and the path. The path called the mouse street by ambon people. the upper of the path there was the port soekarno hatta of ambon.
My daughters hobby take the picture from the ponsel. If she got the ponsel, she take the action to take the picture. If there was something who make interested him, CEKREK the ponsel take the picture.
Maybe she got the boring and the quietness, she always appoint the home at the upper of the picture, the home of his friend at the kindergarten.
if i were looking my daughter (3 year old) take the picture from ponsel, I am so ashamed,… I often play the camera since 20 year old, hi hi hi

Tinggalkan sebuah Komentar

Rinduku Pada Baturaden

Hari itu tanggal 3 Maret 2007, anakku ulang tahun yang ke 4 dan yang ke 2. Anaku yang pertama lahir tanggal 28 feb 2003 dan yang kedua lahir tanggal 4 Maret 2005.

Setelah pilih-pilih akhirnya kami pilih Baturaden, tempat untuk meniup lilin pada hari ulang tahun anakku. Nda tahu lah, kenapa aku pilih Baturaden, padahal aku bosan juga kalau dengar nama obyek wisata ini.

Setelah 10 tahun mencari sesuap nasi di luar pulau (Sulawesi dan Ambon) dan jarang aku lihat lokawisata baturaden, kayanya ada rasa kangen ingin ke Baturaden lagi.

Ya Baturaden tempatku dulu lari-lari, berangkat subuh dari rumah, dengan tujuan pengen mandi air hangat gratis, aku datang lagi….. tapi memang…… nda banyak yang berubah dari Baturaden.
============================================
Feel Homesick for Baturaden.
It was 3 Maret 2007, we got the party birthday for 2 of my daughters. the first born at 28 Februari 2003 and the second born at 4 March 2005.
After we make the choice, we went to the place that name baturaden. The place that we will blow the candle of birthday”s of my daughter. I ever said boring go to the baturaden, because it only 3 km form my home, but now we choice go to this place. maybe its the meaning of “homesick”.
I think it the long time that I am never went at the touring place “baturaden” (maybe it was Almost 10 year).
After graduate from the academic, I got the job in the other island (not in the java island), more than 3000 km from baturaden. I got the job in the south sulawesi almost 8 year and then move to Ambon Maluku since 2004.
As long as that time, I am never come in the touring place baturaden again, and make me fell homesick for this.
“Baturaden” The place that I was spent my time with my friend since elementary school. There was running, laughing and go swimming at pancuran 3 with the all my friend. The hot water at pancuran 3 make my body and so my friend so warm and lost the cold from air/climate in baturaden. yes.. baturaden is cold the temperature about 15 celcius.
after about 10 year, I came again, baturaden so cold and there was no the change. Baturaden still that I look 10 year ago.

Tinggalkan sebuah Komentar

OTAK KANAN LEBIH DIUNGGULKAN UNTUK MASA DEPAN

Selama ini masyarakat menganggap bahwa manusia memiliki keunggulan di otak kiri. Otak kiri adalah daya nalar, logika dan pengertian. sementara otak kanan mengatur emosi, instuisi, kecerdasan spasial dan kreativitas.

Adanya alat ukur yang jelas bagi seseorang untuk menunjukan kemampuan otak kirinya, menjadikan orang atau masyarakat menjadi lebih familiar, bahwa orang yang pintar, cerdas karena otak kirinya lebih encer dari orang lain.

Lingkungan pendidikan pun menyiapkan alat ukur berupa point point nilai bagi para siswanya untuk pelajaran matematika, IPA dan ilmu hitung lainnya. Yang secara keseluruhan menyimpulkan bahwa siswa yang mempunyai nilai yang tinggi untuk mata pelajaran tersebut pada umumnya menguasai mata pelajaran yang lain, anak tersebut bisa mencapai rangking dikelas dengan hasil yang memuaskan, bahkan sampai pada jenjang sekolah yang lebih tinggi, perguruan tinggi ternama mengutamakan mereka yang otak kirinya lebih encer, dan setelah siswa tersebut selesai sekolah/kuliah, maka ia akan mendapatkan pekerjaan yang baik.
Kepercayaan ini mulai dipertanyakan, karena dunia masa depan tempat anak mengaplikasikan ilmunya berubah sangat cepat, sementara pendidikan yang ia dapatkan masih belum berubah. Dunia pendidikan masih menggunakan paradigma lama.

Dengan berlimpahnya produksi yang dikonsumsi masyarakat, dan banyaknya pekerjaan yang harus dikuasai dengan otak kiri, maka masa depan akan mengunggulkan mereka yang memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi. Hasil pemikiran kreativitas akan memberikan keunikan diatas keseragaman produk hasil pemikiran otak kiri.

Sebagai contoh :

Ketika Pabrik Radio Tape mulai bersaing dengan ketat, maka muncul lah Tape yang bisa karaoke, kemudian muncul Televisi yang bisa karaoke, semua mencoba untuk tampil unik, dan memerlukan daya kreativitas.

Tinggalkan sebuah Komentar